Selasa, 28 Oktober 2014

KODE KEHORMATAN DAN SALAM GERAKAN PRAMUKA



KODE KEHORMATAN PRAMUKA :
DWISATYA
Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-          Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
-          Setiap hari berbuat kebaikan.

DWIDHARMA
-          Siaga itu menurut ayah dan ibundanya.
-          Siaga itu berani dan tidak putus asa.
TRISATYA
(Untuk Pramuka Penggalang)
            Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-          Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan Pancasila.
-          Menolong sesama hidup dan mempersiapakan diri untuk membangun masyarakat.
-          Menepati Dasa Dharma.
TRI SATYA
(Untuk Anggota Gerakan Pramuka lainnya)
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-          Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
-          Menepati Dasa Dharma.
DASA DHARMA PRAMUKA
Pramuka itu :
1.      Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Cinta alam dan kasih sayang sesame manusia.
3.      Patriot yang sopan dan ksatria.
4.      Patuh dan suka bermusyawarah.
5.      Rela menolong dan tabah.
6.      Rajin, terampil dan gembira.
7.      Hemat, cermat dan bersahaja.
8.      Disiplin, berani dan bersahaja.
9.      Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan da perbuatan.

SALAM PRAMUKA
            Dalam Gerakan Pramuka kita mengenal tiga macam salam pramuka, yaitu :
1.      Salam Biasa.
2.      Salam Hormat.
3.      Salam Janji.

1.      Salam Biasa
Dipergunakan apabila seorang Pramuka berjumpa dengan Pramuka lain, untuk pertama kali atau yang terakhir pada hari itu, untuk pertama kali atau yang terakhir pada hari itu. siapa yang melihat dahulu, dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua atau pun lebih muda.
Dengan Salam Pramuka ini, dimaksud :
a.       Sebagai tanda saling menghargai, menghormati dan menyayangi, serta menganggap sebagai sausara atau keluarga sendiri diantara sesame Pramuka.
b.      Untuk saling mendo’akan keselamatan bagi yang memberi maupun yang menerima Salam tersebut.
c.       Dengan menggunakan salam lima jari, berarti untuk saling memperingatkan kepada disiplin kita, bahwa sebagai Pramuka kita berkewajiban untuk menjalankan Pancasila sesuai dengan yang tercantum pada Trisatya Pramuka.
Salam Pramuka Biasa dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda  ataupun naik kendaraan lainnya. Jadi tidak harus berdiri tegak.
Cara memberikan salam adalah dengan mengayunkan tangan kanan kea rah pelipis kanan.
Kelima jari rapat dan lurus dengan lengah bawah. Telapak tangan menghadap ke bawah, ujung jari telunjuk menyentuh pelipis. Lengan kanan atas membuat siku-siku pada ketiak. Siku kita agak ke depan sedikit.
Jika tangan kanan membawa tongkat, maka tongkat itu diangkat lurus ke atas kira-kira sepuluh sentimeter.  Tangan kiri letakkan merata ke depan dada dengan telapak tangan menghadap ke bawah, dan ujung ibu jari menempel pada tongkat. Jika tangan kanan sedang membawa atau memegang sesuatu, kita boleh hanya menganggukkan kepala saja, atau mengucapkan salam, ataupun melambaikan tangan kiri.


Senin, 20 Oktober 2014

Kepramukaan se Dunia


  1. Pada awal tahun 1908, Baden Powell selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku "Scouting for Boys". Buku ini cepat tersebar keseluruh negeri Inggris, bahkan ke negara-negara lainnya, dan berdirilah dimana-mana organisasi kepramukaan (yang semula hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boy Scout.
  2. Kemudian disusul berdirinya organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guides, atas banuan Agnes, adik perempuan Baden Powell, dan kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell.
  3. Tahun 1916, berdiri kelompok pramuka usia Siaga, yang disebut CUB (anak serigala) dengan buku "The Jungle Book", berisi ceritera tentang MOWGLI anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh induk serigala) karangan Rudyard Kliping, sebagai ceritera pembungkus kegiatan CUB tersebut.
  4. Tahun 1918, Baden Powell membentuk ROVER SCOUT (Pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun, tetapi masih senang giat dibidang kepramukaan.                                           Tahun 1912 Baden Powell menerbitkan buku ROVERING TO SUCSESS (Mengembara menuju bahagia) yang berisi petunjuk bagi para Pramuka Penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan. Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri menuju ke pantai bahagia, yang dihadapannya terdapat karang-karang yang berbahaya, yaitu : 1. karang perjudian; 2. karang wanita; 3. karang minuman keras dan merokok; 4. Karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain (munafik); 5. karang tidak ber-Tuhan.
  5. Tahun 1920, diselenggarakan Jambore se dunia, di arena Olympia, London. Baden Powell telah mengundang Pramuka dari 27 negara, dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak pandu se dunia (Chief Scout of The World).