Senin, 10 November 2014

SEJARAAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA SE DUNIA DAN DI INDONESIA

Salam Pramuka,
   
        Dalam masa pergaulan di kalangan pemuda-pemudi yang kian tidak menentu dan menjurus kearah pergaulan bebas. Maka kehadiran Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan bagi anak-anak dan pemuda yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan keluarga dan lingkungan sekolah. Karena pentingnya pendidikan yang ketiga (Pramuka) maka ia tidak dapat berdiri sendiri. Ia merupakan kesatuan yang utuh dari pendidikan keluarga dan sekolah. Yang satu sama lain harus saling melengkapi, saling mendukung dan tentunya harus saling selaras.
          Gerakan Pramuka adalah badan non pemerintah, yang berusaha membantu pemerintah dan masyarakat, dalam membangun masyarakat dan bangsanya, khusus dibidang pendidikan, melalui kegiatan kepramukaan dengan menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. Agar supaya semua perangkat kerja pemerintah dan seluruh anggota masyarakat, menyadari bahwa Gerakan Pramuka adalah milik masyarakat, dan ikut berperan dalam pembentukan pribadi anak atau pemuda itu, maka perlu disampaikan informasi dan penerangan kepada semua pihak tersebut, segala yang berkaitan dengan pendidikan kepramukaan itu.
         Untuk dapat memahami hakekat kepramukaan, kita perlu mempelajari sejarah berdirinya dan berkembangnya Gerakan Pramuka se-dunia.
       
 Kalau kita pelajari sejarah tersebut, kita tidak terlepas dari riwayat hidup berdiri Kepramukaan se-dunia, yaitu Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Pengalaman hidup beliau tercetus untuk mengeluarkan gagasan mengenai pembinaan para remaja di negeri Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang sehingga menjadi Gerakan pendidikan Kepramukaan sekarang.
         Baden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London. Namanya yang sebenarnya adalah Robert Stephenson Smiyth, sedangkan ayah beliau adalah profesor Geometry di Universitas Oxford, bernama Baden Powell, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman Baden Powell sejak kecil yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan yang cukup menarik dan cukup banyak antara lain adalah :

  1.  Ditinggal bapaknya sejak kecil, dan mendapat pembinaan watak dari ibunya.
  2.  Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain-lain didapat dari kakak-               kakaknya.
  3. Baden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka main musik, bersandiwara, beolah raga, mengarang dan menggambar.
  4. berpengalaman di India sebagai Pembantu Letnan pada resimen 13 kavaleri, yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang, dan ditemukan gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimbal O'Hara.
  5. Pengalaman terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan, selama 127 hari, dan kekurangan makan.
  6. Berpengalaman mengalahkan kerajaan Zulu d Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
pengalaman ditulis dan dibukukan menjadi sebuah buku dengan judul "Aids to Scouting" yang sebenarnya memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Bukunya sangat menarik, tidak hanya bagi para pemuda bahkan orang dewasa.
       Tuan William Smyth sebagai salah seorang pimpinan Boys Bridge di Inggris minta Agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu.
       Lalu dipanggillah sebanyak 21 orang pemuda dari Boys Brigade diberbagai wilayah negeri Inggris, diajak berkemah dan berlatih di Pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Tahun 1910 Baden Powell  minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929. Baden Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames pada tahun 1912, dan dianugerahi  tiga orang anak. Baden Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri. Kenya Afrika. 

1 komentar: