Senin, 10 November 2014

Ahh... Masak Sih...



Nama lengkap saya Baiq. Yunawati biasa dipanggil Yuna atau Baiq. Pendidikan saya dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadits (MDQH)  dan yang terakhir sekarang perguruan tinggi  Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, memilih Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam atau disingkat dengan KPI. Sekarang saya berada disemester 5, dimana jumlah Mahasiswanya hanya berkisar 19 orang yakni terdiri dari 5 cewek dan sisanya cowok semua. Namun yang aktif hanya 15 orang saja.
Diantara ke-15 teman saya tersebut hanya beberapa orang saja yang bisa membuat saya terkesan dan merasa terhibur ketika berada di dalam kelas. Sebab tingkah polah mereka sangat dan sangat membuat saya pribadi merasa terhibur.
Teman saya yang pertama sebut saja namanya “SAHMIN”. Sahmin adalah sosok teman atau sahabat yang sangat sederhana, baik dari segi penampilan atau yang lainnya. Kelakuannya yang kocak kerap kali membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Maaf sebelumnya, jujur dari hati yang paling dalam mendengar namanya saja saya tidak tahu entah kenapa perut saya terasa digelitik. Ia acap kali tertidur di dalam kelas ketika pelajaran sedang berlangsung.
Bahkan pernah suatu hari ketika Ia tertidur entah kenapa saya kepikiran untuk isengin dia. Ini adalah hal tergokil yang pernah saya lakukan. Saya langsung mengambil Handphone dan mengaktifkannya. Dengan sengaja saya menghubungi nomornya tentunya dengan nomor yang disembunyikan alias Private Number, ketika panggilan masuk langsung terdengar nada panggilan yang begitu besar, sontak si Sahmin teman saya itu langsung terbangun sembari membersihkan bekas liur yang menempel di pipinya. Seketika itu Saya tidak bisa menahan tawa  meski Pak Dosen sedang menjelaskan dan pada akhirnya aku ketahuan bahwa yang iseng menghubungi nomornya itu adalah aku.
Meski telah berusaha untuk tidak tertawa dan  berlagak pura-pura tidak tahu menahu tentang prihal itu. Namun dengan melihat gelagapnya yang kaget serta kebingungan membuat suara tawa saya tidak bisa direm meledak keluar begitu saja.
Bercerita tentang Sahmin memang tidak ada habisnya bagi saya, sebab banyak sekali kisah menarik yang saya alami semenjak kenal dengannya. Selain kejadian di dalam kelas kejadian di luar kelas atau kampus sering juga saya dapatkan tentunya kejadian yang bisa membuat orang tidak bisa menahan tawa. Contohnya ketika kami sedang menghadiri acara pelantikan anggota baru Racana, kebetulan saya dan Sahmin satu organisasi yakni Racana atau Pramuka.
Saya dan Sahmin bisa dikategorikan lumayan dekat pada saat itu, bahkan pergi latihan saja selalu barengan. Ketika salah satu dari kami tidak bisa hadir otomatis kita berdua tidak bakal hadir juga. Hal yang terlucu yang saya sukai dari Sahmin adalah ketika dia sedang berbicara. Caranya berbicara seperti orang sedang kebelet mau ke WC, jika anda tidak percaya buktikan saja (wkwkwk).
Teman saya yang kedua namanya “HARMIATI” biasa dpanggil Ami. Ami berasal dari Batu Blek (Rakam). Dari segi akademi Ami biasa saja, tidak terlalu pintar dan juga tidak terlalu bodoh penampilannya juga biasa saja.
Ami orangnya kecil tapi cantik dan semua orang mengakui kecantikannya tidak dipungkiri aku juga mengakuinya. Bisa dibilang dia tercantik di kelas setelah aku (hahaha ngarep).
Bercerita tentang Ami memang tidak sebanyak kisah yang saya alami dengan Sahmin, lantaran saya dengan Ami tidak terlalu dekat. Kami bersama ketika di dalam kelas saja berbeda jika dengan Sahmin. Namun ada satu hal yang mebuat saya terkesan dengan Ami yakni ketika disuruh maju di depan kelas.
Hal yang paling saya sukai ketika belajar di dalam kelas salah satunya adalah persentase di depan kelas. Karena dengan begitu kita semua mendapatkan giliran untuk maju. Nah,disaat gilirannya Ami yang maju ke depan inilah saat yang menyenangkan buat saya.
Bisa dibilang orangnya agak sedikit aneh. Kenapa tidak ?, ketika disuruh maju pasti dia langsung tertawa dan mengeluarkan suara burung Beonya. Belum lagi dia menari-nari, mengamuk, dan lain sebagainya di depan kelas. Dengan begitu saya orang pertama yang tertawa ngakak melihat kelakuannya dan jangan haraf kelas akan aman jika saya telah mengeluarkan jurus pamungkas saya yakni tertawa dan al-hasil kelas akan semakin gaduh. Masak siiih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar