Nama
lengkap saya Baiq. Yunawati biasa dipanggil Yuna atau Baiq. Pendidikan saya
dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Ma’had
Darul Qur’an Wal-Hadits (MDQH) dan yang
terakhir sekarang perguruan tinggi Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor,
memilih Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, mengambil jurusan Komunikasi
Penyiaran Islam atau disingkat dengan KPI. Sekarang saya berada disemester 5,
dimana jumlah Mahasiswanya hanya berkisar 19 orang yakni terdiri dari 5 cewek
dan sisanya cowok semua. Namun yang aktif hanya 15 orang saja.
Diantara
ke-15 teman saya tersebut hanya beberapa orang saja yang bisa membuat saya
terkesan dan merasa terhibur ketika berada di dalam kelas. Sebab tingkah polah
mereka sangat dan sangat membuat saya pribadi merasa terhibur.
Teman
saya yang pertama sebut saja namanya “SAHMIN”. Sahmin adalah sosok teman atau
sahabat yang sangat sederhana, baik dari segi penampilan atau yang lainnya. Kelakuannya
yang kocak kerap kali membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Maaf
sebelumnya, jujur dari hati yang paling dalam mendengar namanya saja saya tidak
tahu entah kenapa perut saya terasa digelitik. Ia acap kali tertidur di dalam
kelas ketika pelajaran sedang berlangsung.
Bahkan
pernah suatu hari ketika Ia tertidur entah kenapa saya kepikiran untuk isengin
dia. Ini adalah hal tergokil yang pernah saya lakukan. Saya langsung mengambil
Handphone dan mengaktifkannya. Dengan sengaja saya menghubungi nomornya
tentunya dengan nomor yang disembunyikan alias Private Number, ketika panggilan masuk langsung terdengar nada panggilan
yang begitu besar, sontak si Sahmin teman saya itu langsung terbangun sembari
membersihkan bekas liur yang menempel di pipinya. Seketika itu Saya tidak bisa
menahan tawa meski Pak Dosen sedang menjelaskan
dan pada akhirnya aku ketahuan bahwa yang iseng menghubungi nomornya itu adalah
aku.
Meski
telah berusaha untuk tidak tertawa dan
berlagak pura-pura tidak tahu menahu tentang prihal itu. Namun dengan
melihat gelagapnya yang kaget serta kebingungan membuat suara tawa saya tidak
bisa direm meledak keluar begitu saja.
Bercerita
tentang Sahmin memang tidak ada habisnya bagi saya, sebab banyak sekali kisah
menarik yang saya alami semenjak kenal dengannya. Selain kejadian di dalam
kelas kejadian di luar kelas atau kampus sering juga saya dapatkan tentunya
kejadian yang bisa membuat orang tidak bisa menahan tawa. Contohnya ketika kami
sedang menghadiri acara pelantikan anggota baru Racana, kebetulan saya dan
Sahmin satu organisasi yakni Racana atau Pramuka.
Saya
dan Sahmin bisa dikategorikan lumayan dekat pada saat itu, bahkan pergi latihan
saja selalu barengan. Ketika salah satu dari kami tidak bisa hadir otomatis
kita berdua tidak bakal hadir juga. Hal yang terlucu yang saya sukai dari
Sahmin adalah ketika dia sedang berbicara. Caranya berbicara seperti orang sedang
kebelet mau ke WC, jika anda tidak percaya buktikan saja (wkwkwk).
Teman
saya yang kedua namanya “HARMIATI” biasa dpanggil Ami. Ami berasal dari Batu
Blek (Rakam). Dari segi akademi Ami biasa saja, tidak terlalu pintar dan juga
tidak terlalu bodoh penampilannya juga biasa saja.
Ami
orangnya kecil tapi cantik dan semua orang mengakui kecantikannya tidak
dipungkiri aku juga mengakuinya. Bisa dibilang dia tercantik di kelas setelah
aku (hahaha ngarep).
Bercerita
tentang Ami memang tidak sebanyak kisah yang saya alami dengan Sahmin, lantaran
saya dengan Ami tidak terlalu dekat. Kami bersama ketika di dalam kelas saja
berbeda jika dengan Sahmin. Namun ada satu hal yang mebuat saya terkesan dengan
Ami yakni ketika disuruh maju di depan kelas.
Hal
yang paling saya sukai ketika belajar di dalam kelas salah satunya adalah
persentase di depan kelas. Karena dengan begitu kita semua mendapatkan giliran
untuk maju. Nah,disaat gilirannya Ami yang maju ke depan inilah saat yang
menyenangkan buat saya.
Bisa dibilang orangnya
agak sedikit aneh. Kenapa tidak ?, ketika disuruh maju pasti dia langsung
tertawa dan mengeluarkan suara burung Beonya. Belum lagi dia menari-nari,
mengamuk, dan lain sebagainya di depan kelas. Dengan begitu saya orang pertama
yang tertawa ngakak melihat kelakuannya dan jangan haraf kelas akan aman jika
saya telah mengeluarkan jurus pamungkas saya yakni tertawa dan al-hasil kelas
akan semakin gaduh. Masak siiih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar